Karena Usia Tidak Membatasi Seseorang Untuk Terus Belajar

Meskipun telah berusia lanjut, warga Desa Pasir yang tergabung dalam peserta didik kegiatan KUM (Lanjutan Program Keaksaraan Dasar/baca : Program KUM, Sebagai Lanjutan Program Keaksaraan Dasar ) terlihat semangat mengikuti proses kegiatan belajar mengajar. Bagi mereka usia bukanlah penghalang untuk terus mencari ilmu. Apalagi mereka menyadari peranan ilmu, khusunya baca tulis merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan di dunia.

Seperti proses belajar KUM yang dilaksanakan di Dk. Jati Wetan RT 04/01, kegiatan dilaksanakan di sebuah TPQ setiap hari jum’at sore. Proses KBM di mentori oleh 2 orang tutor, Sunarti yang merupakan ketua TP PKK, dan Ida Halimah seorang guru sekolah dasar. Berjumlah sepuluh peserta didik yang mayoritas ibu-ibu berusia lanjut, proses kegiatan belajar mengajar layaknya seorang anak yang sedang di ajar oleh gurunya.

Peserta didik diajari baca dan tulis. Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan ini mengatakan sangat senang dapat diajari baca dan tulis. Dirinya mengakui memang sangat sulit menjalani kehidupan dalam keadaan tidak membaca dan menulis. Dengan adanya kegiatan semacam ini dirinya bersyukur sedikit demi sedikit mulai dapat membaca dan menulis.

“Saya sangat bersyukur pemerintah mengadakan kegiatan seperti ini. Alhamdulilah sekarang saya mulai mengenal huruf. Mudah-mudahan saya dapat lancar membaca dan menulis” Kata salah seorang warga yang mengikuti KUM.

Sunarti, selaku tutor menjelaskan, warga di RT 04 memiliki semangat yang besar mengikuti proses pembelajaran Mereka sangat antusias ketika sedang diajar.

“Meskipun telah berusia lanjut semangat mereka tidak pernah surut. Tidak kalah dengan anak muda atau pun siswa yang masih duduk di bangku sekolah” Ujarnya

Ida Halimah menambahkan, kesulitan yang dialaminya sebagai tutor tidak  sama ketika dirinya mengajar siswa SD. Menurutnya, tingkat kesabaran sebagai tutor harus tinggi.  Hal ini mengingat yang di ajar bukan lah anak kecil, melainkan orang tua.

“Kita sebagai tutor harus benar-benar sabar, karena tingkat pemahaman mereka tidak sama dengan orang yang masih muda. Harus pelan-pelan dan dengan suara yang agak keras karena kebanyakan pendengaran mereka sudah berkurang” Sambungnya

Rencananya, jum’at depan akan diadakan kegiatan praktik pembuatan jus tomat.Kegiatan KUM ini memang diprioritaskan pada praktik pembuatan bahan-bahan pangan yang dapat dijadikan lahan usaha. Sehingga, selain dapat membaca dan menulis, warga akan memiliki keterampilan-keterampilan yang diharapkan dapat menjadi peluang usaha.

Suasana kegiatan belajar mengajar     ( Foto:AdminDesa)
Suasana kegiatan belajar mengajar (Foto:Admindesa)
Bagikan Lewat :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *