Sejarah berdirinya Desa Pasir berawal dari dua orang santri dari Pemalang yang bernama Kyai Citra dan kyai Tepos yang masih keturunan Wali Songo.
Kedua orang tersebut mengembara dari pemalang karena penyebaran agama pada saat itu terancam dari penjajah kompeni, sehingga kedua orang tersebut mengembara sampai ditengah hutan jauh dari keramaian. Kemudian kedua orang tersebut mendirikan sebuah padepokan yang lambat laun banyak santri yang berdatangan dari masyarakat sekitar hutan untuk belajar mengaji. Setelah padepokan berkembang kemudian kiyai tepos memutuskan untuk pindah dan menyebarkan agama diwilayah utara masih diwilayah desa pasir tepatnya sekarang menjadi Dukuh Lesung.
Sementara Kiyai Citra masih tetap tinggal di tempat semula hingga akhir hayatnya dan pada saat beliau wafat berpesan disebuah tongkat bambu (Pring) yang ditancapkan ditempat saat beliau pertama datang. Beliau berpesan Kepada Santri-santrinya untuk menjadikan tempat tersebut sebagai pemukiman dan diberi nama Pasir. Tongkat yang ditancapkan sekarang tumbuh menjadi rumpun bambu yang sampai sekarang masih tumbuh di wilayah Dukuh Pringsurat.
Kami tidak bisa mendapat informasi yang utuh tentang kapan persisnya Desa Pasir mulai menjadi desa dan alasan pemberian nama desa Pasir, serta kapan Desa Pasir mempunyai Pimpinan atau Kepala Desa. Berikut  yang dapat kami Informasikan tentang nama – nama yang pernah menjabat Kepala Desa di Desa Pasir :